PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menaruh harapan besar kepada kepengurusan baru Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumbar periode 2025–2030 untuk mempercepat transformasi koperasi menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang modern, profesional, dan berdaya saing.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy saat dimintai pendapat tentang harapan Pemerintah Daerah dengan telah dikukuhkannya Pengurus Dekopinwil Sumbar periode 2025–2030 oleh Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Bambang Haryadi di Auditorium Gubernuran pada Sabtu (4/7) lalu.
Menurutnya, kepengurusan baru harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun ekosistem koperasi yang semakin kuat sekaligus menjawab berbagai tantangan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap Dekopinwil menjadi mitra strategis pemerintah daerah, tidak hanya sebagai wadah gerakan koperasi, tetapi juga mampu memperkuat pendampingan, edukasi, advokasi, dan peningkatan kapasitas koperasi sehingga tumbuh sehat, profesional, serta memberi manfaat nyata bagi anggotanya,” ujar Vasko di Padang, Rabu (8/7/2026).
Ia menilai komposisi kepengurusan yang banyak diisi kalangan generasi muda menjadi modal penting untuk membawa koperasi memasuki era baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha.
Menurut Vasko, tingginya literasi digital generasi muda harus dimanfaatkan untuk mengubah wajah koperasi menjadi organisasi ekonomi yang modern, inklusif, dan relevan bagi generasi milenial maupun generasi Z. Dengan demikian, regenerasi anggota koperasi dapat terus terjaga sekaligus menghapus anggapan bahwa koperasi hanya diminati kalangan usia lanjut.
Selain transformasi digital, Vasko juga mendorong koperasi di Sumbar agar tidak lagi bergantung pada usaha simpan pinjam semata, tetapi mulai memperluas kegiatan ke sektor riil seperti produksi, perdagangan, dan jasa sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi para anggotanya.
Pemprov Sumbar, sambungnya, juga terus mendorong pengembangan koperasi berbasis syariah sebagai implementasi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Langkah tersebut diyakini akan semakin memperkuat identitas sekaligus daya saing koperasi di Sumbar.
Di samping itu, Vasko berharap Dekopinwil turut mengambil peran aktif mengawal pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar.
“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan Dekopinwil menjadi kunci untuk memastikan koperasi, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, mampu tumbuh sehat, produktif, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Menanggapi harapan tersebut, Ketua Dekopinwil Sumbar, Gun Sugianto menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya siap memperkuat posisi Dekopin sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan. Menurutnya, Dekopinwil akan menjalankan fungsi pendampingan, edukasi, fasilitasi, mediasi, hingga advokasi terhadap koperasi primer maupun sekunder agar semakin profesional dan berdaya saing.
“Kami ingin menjadikan Dekopinwil Sumbar sebagai rumah besar gerakan koperasi yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah melalui kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Gun.
Selain memperkuat pembinaan koperasi di daerah, Gun mengungkapkan pihaknya akan mengupayakan untuk menjadikan Sumbar sebagai tuan rumah penyelenggaraan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-80 tahun 2027 serta Konferensi Koperasi Internasional pada 2028.
Menurutnya, kedua agenda tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan kemajuan gerakan koperasi Sumbar sekaligus memperluas jejaring kerja sama koperasi di tingkat nasional maupun internasional. Ia juga optimistis, kedua agenda tersebut juga akan membawa manfaat yang besar bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (adpsb)
