Payakumbuh – Ketua Komisi C DPRD Kota Payakumbuh, Fitrayanto, SE, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter, peran keluarga, serta nilai-nilai agama dan budaya dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Fitrayanto, Kota Payakumbuh sebagai daerah yang menjunjung tinggi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) harus terus memperkuat ketahanan moral generasi muda melalui pembinaan yang berkelanjutan.
“Persoalan sosial harus disikapi dengan langkah yang terukur. Pencegahan melalui pendidikan karakter, penguatan peran keluarga, serta pembinaan keagamaan merupakan langkah yang harus terus diperkuat,” ujar Fitrayanto.
Ia menilai pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan sosial. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan, serta seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif bagi generasi muda.
Sebagai Ketua Komisi C DPRD Kota Payakumbuh yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, Fitrayanto menyatakan pihaknya akan terus mendorong lahirnya berbagai program yang memperkuat pendidikan karakter, pembinaan kepemudaan, serta aktivitas positif yang mampu membangun mental dan akhlak generasi muda.
“Anak-anak dan remaja harus memiliki ruang untuk berkembang melalui kegiatan yang positif. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat pembinaan di sekolah, lingkungan keluarga, maupun di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menyikapi setiap persoalan sosial secara bijaksana, mengedepankan dialog, pembinaan, serta mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.
Fitrayanto mengingatkan agar tidak ada tindakan yang mengarah pada persekusi, diskriminasi, ataupun main hakim sendiri dalam menyikapi persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Semua persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga Kota Payakumbuh tetap religius, berbudaya, aman, dan kondusif, dengan mengedepankan pembinaan serta kepentingan generasi masa depan,” tutupnya.(*)
